Ketiduran adalah Malapetaka

Kamis, 13 November 2008

ketiduran2

Artikel kali ini mengingatkan kepada sahabat-sahabat saya seprofesi untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sebagai controller. Karena tidak semua error yang terjadikarena kesalahan ataupun kelengahan kita dalam menjalankan profesi kita sebagai ATC. Bukan berarti ini adalah pembenaran bagi kita, melainkan hanyalah peringatan bahwa kesalahan itu bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Terkadang saat-saat terpenting kita lewatkan gara-gara kita ketiduran, terkadang kesempatan emas terlewatkan gara-gara ketiduran, namun pernahkah terbayang gara-gara ketiduran puluhan bahkan ratusan nyawa terancam??

Di Mumbai pernah terjadi sebuah pesawat yang seharusnya mendarat di Mumbai malah kebablasan sampai di kota Goa. Bagi ATC kemungkinan ini sangat kecil walaupun ada, apalagi gara-gara pilotnya ketiduran.

Setelah bekerja semalaman, pilot itu tampaknya lelah sekali dan ketiduran setelah take off dari Jaipur. Dari Jaipur, pesawat itu terbang dengan autopilot. Ketika menara kontrol udara di Mumbai berusaha memberi tanda pendaratan ke pesawat itu, pesawat itu ternyata cuek saja dan malah menambah kecepatan menuju Goa. Menara kontrol pun langsung sadar bahwa pesawat itu tidak merespons instruksinya. (okezone.com)

Untungnya si pilot langsung terbangun dan memutar balik pesawat. “Pesawat itu sudah kebablasan sekitar 160 km dari Mumbai. ATC sampai mengira pesawat tersebut dibajak.(okezone.com)

Ternyata hal serupa juga pernah terjadi Hawai AS. Setelah pesawat lepas landas, pilot lantas tidur. Akibat perilaku sangat membahayakan ini, pilot dan co-pilot pun grounded.

Kasus unik dan ceroboh ini terungkap dari rekaman percakapan petugas menara pengawas di Bandara Hilo dengan pesawat dengan nomor penerbangan 1002 yang disiarkan stasiun TV KGMB, Jumat 14 Maret 2008.

Dalam rekaman itu jelas terdengar perempuan petugas menara itu berulang kali mengontak radio pilot pesawat maskapai Go! tersebut, sekitar 15 menit setelah pesawat meninggalkan Bandara Honolulu.

Pesawat itu menjalani rute antarpulau di Hawaii, AS, dari Honolulu ke Hilo, sejauh 344 km. Di dalam pesawat itu terdapat pilot dan co-pilot, seorang pramugari, dan 40 penumpang.

Nah kasus-kasus membahayakan diatas terjadi karena pilot tertidur, namun masih bisa dibangunkan oleh ATC… Nah sekarang kalau ATCnya ketiduran disaat traffic padat… apa yang terjadi????

Be safed guy’s


Plesetan ATC

Jumat, 4 April 2008

radar-simulator


Sebuah pesawat Boeing 747 landing di runway 07L dan melakukan long rollout karena pada saat approach kecepatannya agak  tinggi.
Soe-Ta Tower: “Saudian 743 heavy, if able turn right at the end of the runway join NP-one, If not able, proceed to rawa bokor and than make a right after passing the traffic light to return to the airport.”

Tower: “Batavia 742  contact Departure on 127,9.”
BTV 742: “
Contact Departure on 127,9. By the way, after we lifted off we saw some kind of dead animal on the far end of the runway.”
Tower: “Copied and thank’s, Lion 652, cleared for takeoff, confirm copy that report from Batavia?”
LNI  652: “Lion 652, cleared for takeoff,  and yes, we copied Batavia report and we’ve already notified our caterers.”

ATC: PK ABP  What are your intentions?
Cessna: To get my Commercial Pilots License and Instrument Rating.
ATC: saya nanya lima menit kedepan mas bukan lima tahun kedepan…..

Karena ada complain dari APP maka Ground Controller meminta kepada pilot tersebut untuk menghubungi ATC Radar Supervisor di ops room, kebetulan yang me-readback adalah co-pilot-nya yang kebetulan wanita dan masih baru.

The ground controller , “Air Asia 7430 please call 555-9876 after you park the plane”.

Co-Pilot, “No thank you sir, I’m already married.”

The ground controller , “jaka sembung maen lotre…kaga nyambung budhe….”.



AIR TRAFFIC CONTROLLER PERTAMA DI DUNIA

Kamis, 28 Februari 2008
header_banner.gif

AIR TRAFFIC CONTROLLER PERTAMA DI DUNIA
Nothing great in the world has been accomplished without passion

– G.W.F. HEGEL, dalam Philosophy of History

Bila ditarik kebelakang, sejarah air traffic control mungkin dimulai 2 dekade setelah Wright bersaudara menemukan pesawat pada tahun 1903. Tidak lama setelah perang dunia pertama (PD I) berakhir orang mulai menyadari bahwa pesawat terbang memiliki potensi keuntungan dan komersil. Pada saat inilah beberapa perusahaan penerbangan komersial terbentuk. Pada akhir tahun 1920, telah terdapat beberapa perusahaan penerbangan komersial di Eropa seperti KLM di Belanda, 2 perusahaan penerbangan Perancis, 1 di Belgia dan 8 di Inggris.

Baca entri selengkapnya »


DON’T MAKE MISTAKE : CONTROLLER (SEHARUSNYA) JUGA MANUSIA

Kamis, 28 Februari 2008

Fakta 1 : Jepang, Januari 2001. Dua orang ATC dituntut ke penjara setelah terjadi nearmiss antara DC10 dan Boeing 747 (keduanya JAL) – TCAS action. Pada bulan Maret 2006, pengadilan distrik Tokyo menetapkan vonis tidak bersalah, tapi Jaksa Penuntut Negara mengajukan banding ke pengadilan tinggi.

Baca entri selengkapnya »