Ketiduran adalah Malapetaka

ketiduran2

Artikel kali ini mengingatkan kepada sahabat-sahabat saya seprofesi untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sebagai controller. Karena tidak semua error yang terjadikarena kesalahan ataupun kelengahan kita dalam menjalankan profesi kita sebagai ATC. Bukan berarti ini adalah pembenaran bagi kita, melainkan hanyalah peringatan bahwa kesalahan itu bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Terkadang saat-saat terpenting kita lewatkan gara-gara kita ketiduran, terkadang kesempatan emas terlewatkan gara-gara ketiduran, namun pernahkah terbayang gara-gara ketiduran puluhan bahkan ratusan nyawa terancam??

Di Mumbai pernah terjadi sebuah pesawat yang seharusnya mendarat di Mumbai malah kebablasan sampai di kota Goa. Bagi ATC kemungkinan ini sangat kecil walaupun ada, apalagi gara-gara pilotnya ketiduran.

Setelah bekerja semalaman, pilot itu tampaknya lelah sekali dan ketiduran setelah take off dari Jaipur. Dari Jaipur, pesawat itu terbang dengan autopilot. Ketika menara kontrol udara di Mumbai berusaha memberi tanda pendaratan ke pesawat itu, pesawat itu ternyata cuek saja dan malah menambah kecepatan menuju Goa. Menara kontrol pun langsung sadar bahwa pesawat itu tidak merespons instruksinya. (okezone.com)

Untungnya si pilot langsung terbangun dan memutar balik pesawat. “Pesawat itu sudah kebablasan sekitar 160 km dari Mumbai. ATC sampai mengira pesawat tersebut dibajak.(okezone.com)

Ternyata hal serupa juga pernah terjadi Hawai AS. Setelah pesawat lepas landas, pilot lantas tidur. Akibat perilaku sangat membahayakan ini, pilot dan co-pilot pun grounded.

Kasus unik dan ceroboh ini terungkap dari rekaman percakapan petugas menara pengawas di Bandara Hilo dengan pesawat dengan nomor penerbangan 1002 yang disiarkan stasiun TV KGMB, Jumat 14 Maret 2008.

Dalam rekaman itu jelas terdengar perempuan petugas menara itu berulang kali mengontak radio pilot pesawat maskapai Go! tersebut, sekitar 15 menit setelah pesawat meninggalkan Bandara Honolulu.

Pesawat itu menjalani rute antarpulau di Hawaii, AS, dari Honolulu ke Hilo, sejauh 344 km. Di dalam pesawat itu terdapat pilot dan co-pilot, seorang pramugari, dan 40 penumpang.

Nah kasus-kasus membahayakan diatas terjadi karena pilot tertidur, namun masih bisa dibangunkan oleh ATC… Nah sekarang kalau ATCnya ketiduran disaat traffic padat… apa yang terjadi????

Be safed guy’s


Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: